Subyek Pajak…??

Oke guys, setelah tadi kita ngebahas kewajiban mempunyai NPWP bagi Wajb Pajak (atawa Tax Payer), nah ketemu deh ama kata-kata “telah memenuhi syarat subyektif dan syarat obyektif”…

 

Apa aja seh syarat subyektif dan obyektif ntu? Oke guys, kita coba bedah pelan-pelan… (layaknya sang Dokter yang mo nge-bedah pasien dengan iringan musik horror yang syahdu… horror yang syahdu?…. aneh?!)

 

Nih syarat subyektifnya :

Yang menjadi subjek pajak adalah:

1.         orang pribadi;

2.        warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak;

3.         badan; dan

4.         bentuk usaha tetap.

 

So, sepanjang elo termasuk dalam kategori di atas, elo masuk sebagai subyek pajak. Baidewai, Kalo hantu masuk subyek pajak nggak? Nggak dong ya…kan, gak disebut di atas?!

 

Eits, ntar dulu… jangan buru-buru, kita belum kelar neh…

ternyata Subjek pajak dibedakan menjadi subjek pajak dalam negeri dan subjek pajak luar negeri… guys

 

Subjek pajak dalam negeri adalah:

a.         orang pribadi yang bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, atau orang pribadi yang dalam suatu tahun pajak berada di Indonesia dan mempunyai niat untuk bertempat tinggal di Indonesia;

b.         badan yang didirikan atau bertempat kedudukan di Indonesia, kecuali unit tertentu dari badan pemerintah yang memenuhi kriteria:

            1.         pembentukannya berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan;

            2.         pembiayaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah;

            3.         penerimaannya dimasukkan dalam anggaran Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah; dan

            4.         pembukuannya diperiksa oleh aparat pengawasan fungsional negara; dan

 

c.         warisan yang belum terbagi sebagai satu kesatuan menggantikan yang berhak.

 

Subjek pajak luar negeri adalah:

a.         orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia; dan

b.         orang pribadi yang tidak bertempat tinggal di Indonesia, orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan, dan badan yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia, yang dapat menerima atau memperoleh penghasilan dari Indonesia tidak dari menjalankan usaha atau melakukan kegiatan melalui bentuk usaha tetap di Indonesia.

 

 

Puihh…udah segitu dulu ya, guys…? Sebelum kita jadi makin puyeng dan pingsan…hehehe, mending pelan-pelan asal pasti, yang terjemahan dalam bahasa Spanyolnya : alon-alon asal kelakon…hihihihi

But, keep enjoy dan santai guys…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: